Kemendikdasmen Menyebutkan 130 Ribu Guru Sekolah Belum Terlatih dalam Bahasa Inggris

by -65 Views
indosat

Kemendikdasmen Ungkap 130 Ribu Guru Sekolah Belum Berlatar Belakang Bahasa Inggris

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengungkap fakta bahwa sekitar 130 ribu guru di satuan pendidikan Indonesia belum memiliki latar belakang pendidikan bahasa Inggris. Kondisi ini muncul di tengah persiapan pemerintah mengimplementasikan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib. Mulai dari kelas 3 Sekolah Dasar (SD) pada tahun ajaran 2027/2028 mendatang.

Direktur Jenderal GTKPG (Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru) Nunuk Suryani menegaskan bahwa jumlah tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kompetensi secara menyeluruh bagi guru yang akan mengajar mata pelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar. Untuk itu, Kemendikdasmen akan menggulirkan program pelatihan khusus untuk meningkatkan kemampuan mengajar bahasa Inggris para guru ini.

📘 Program Pelatihan Guru Bahasa Inggris

Pelatihan pengajaran bahasa Inggris tersebut dikenal sebagai Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD‑MBI). Program ini akan digelar mulai semester genap 2025/2026 dan berlanjut sampai semester pertama tahun ajaran 2026/2027. Pelatihan tersebut merupakan langkah awal pemerintah untuk mempersiapkan guru menghadapi kebijakan baru yang akan dijalankan pada tahun 2027.

Pelatihan ini ditujukan kepada ribuan guru dari sekitar 90.447 SD di Indonesia yang belum memiliki guru bahasa Inggris. Kemendikdasmen akan memprioritaskan peserta pelatihan sebanyak 5.777 guru pertama pada 2026, meningkat tajam dari pelatihan 2025 yang hanya mencapai 1.078 peserta.

📊 Hasil Kajian Kompetensi Guru Bahasa Inggris

Menurut kajian dari Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) yang merujuk pada Common European Framework of Reference for Languages (CEFR), sekitar 80% guru SD memiliki kemampuan bahasa Inggris di bawah level B1. Tingkat B1 sendiri merupakan level kemampuan bahasa Inggris yang mencerminkan kemampuan dasar untuk memahami teks sederhana, serta menyampaikan pendapat dan pengalaman secara ringkas dalam bahasa Inggris.

Kemampuan guru pada level tersebut dinilai belum memadai untuk mengajar bahasa Inggris secara efektif di kelas. Sehingga pelatihan intensif dipandang sebagai upaya strategis agar kualitas pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar semakin meningkat.

📍 Implikasi Kebijakan Bahasa Inggris Wajib di SD

Kebijakan memasukkan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk memperkuat kompetensi generasi muda dalam bahasa global tersebut. Namun tantangan nyata di lapangan adalah ketersediaan guru yang kompeten dalam bahasa Inggris. Tanpa persiapan dan pembinaan yang memadai, kebijakan ini sulit berjalan optimal.

Program pelatihan yang disusun Kemendikdasmen diharapkan akan memberikan bekal kompetensi yang dibutuhkan guru sebelum kebijakan tersebut benar‑benar diterapkan. Pemerintah berharap bahwa melalui pelatihan ini kemampuan mengajar serta pemahaman bahasa Inggris guru akan meningkat secara signifikan. Sehingga siswa di sekolah dasar mendapatkan pembelajaran yang berkualitas sejak awal.

klik disini

No More Posts Available.

No more pages to load.